Sabtu, 15 Agustus 2015

Menanam sawi hidroponik

Assalamu 'alaikum
Postingan kali ini mencoba share cara menanam sayur sawi manis ( sawi yang sering ada di mie ayam).
Untuk tahapan semai dan persiapan nya, boleh baca postingan saya yang sebelumnya disini .
Sawi membutuhkan sekitar 1050-1400 ppm dengan ph 5,5-6,5 dengan masa panen dari biji 40-60 hari.
Saya biasanya memberikan nutrisi nya secara bertahap. 
1. Untuk minggu ke 2 sampai minggu ke 3,  Umur 2 minggu  (14 hari) atau sudah berdaun 4, mulai diberikan nutrisi 400 ppm. Karena disini waktu  panen 40-60 hari, kita  ambil 44 hari, jadi setiap seminggu, kita naikkan nutrisi sebesar 200 ppm.
2. Untuk minggu ke 3 sampai ke 4, berikan nutrisi 600 ppm.
3. Untuk minggu ke 4 sampai ke 5, berikan nutrisi 800 ppm
4. Untuk minggu ke 5 sampai ke 6, berikan nutrisi 1000 ppm
5. Untuk minggu ke 6 sampai ke 7, berikan nutrisi 1200 ppm ( batas ppm sawi kisaran 1050-1400 ppm)

Jika dihitung, sudah 42 harian, cukup lah untuk masa panen, atau 1 bulan 14 hari. Sekitar 2 atau 3 hari sebelum panen, temans boleh memberikan air saja tanpa nutrisi. Oh ya, disini saya membiarkan air menggenang mengenai akar, tanpa pompa, tanpa listrik. Rencananya ingin menanam yang tidak repot dan mahal. Berikut penampakannya:






Selada Hidroponik

Assalamu 'alaikum wr. wb
Postingan kali ini sekedar ingin membagi pengalaman saya untuk temans sekalian. Semoga bisa membantu..
Selada merupakan tanaman hidroponik kedua saya setelah kangkung. Untuk menanam selada, sebelumnya siapkan bahan2 ini:
1. Wadah menanam, disini temans boleh memakai apa saja, termasuk botol minuman bekas yang telah dibagi dua. Kalo saya memakai box stereofoam bekas anggur yang saya beli dari penjual buah seharga Rp. 3.000,-. Menurut saya, memakai box streofoam ini lebih terjaga suhu air nya, apalagi ketika panas terik
2. Benih. Saya lebih menyarankan memakai benih yang kemasan ya, lebih terjamin dan jangan lupa cek tanggal expired nya
3. Net pot. Disini saya memakai bekas cup es cream yang saya lubangi.. hehehe,, hemat bin hemitin..kalo dijual perbuah nya kisaran harga Rp. 900-Rp. 1.000,/ pcs
4. Media tanam (metan). Boleh memakai kain flanel, sekam bakar, rockwool dsb.. Saya disini memakai kain flanel, maklum,, sisa juga dari buat bunga bros dahulu.. 
5. Air nutrisi AB Mix

Tahap penyemaian:
Temans boleh menyemai dimana saja, saya menggunakan besek (Wadah yang berlubang2) yang bawahnya saya letak rantang berisi air. 
1.  Potong flanel kira2 lebar 1 cm dan panjang sekitar 5 cm, kemudian basahin (Ukuran tergantung kemauan temans)
2. Letak benih agak pinggir, kemudian gulung perlahan. Tidak perlu ketat-ketat. Flanel akan melekat dengan sendirinya karena telah dibasahin
3. Letak gulungan tersebut di atas besek yang telah diisi air. Ingat ya, air nya menyentuh flanel.. jangan sampai terendam, cukup becek2.. dan flanel telah basah seluruhnya
4. Tutup dengan plastik hitam dan letak di ruang yang tidak terkena matahari, agar benih cepat sprout (berkecambah). Ini pilihan.. boleh langsung kena matahari, tapi mungkin tidak secepat yang ditutup. Jangan lupa untuk menjaga kelembaban nya,,, jangan sampai kekeringan.
5.Biasanya saya semai jam 10 pagi, esoknya sudah keluar kecambah kecil, dan langsung kenalkan dengan sinar matahari agar tidak etiolasi (kutilang, kurus tinggi langsing). Hal ini dapat menyebabkan tanaman tidak dapat hidup dengan baik


Ini Semaian yang memakai sekam bakar sebagai medianya

Ini yang memakai flanel yang digulung, terserah temans mau makai yang mana, asalkan kelembaban selalu dijaga, Ini benih daun sop, yang selada semalam lupa motonya :D

6. Catat tanggal semai ya temans, HSS (Hari setelah semai). Biasanya umur 14 HSS, benih sudah berdaun 4, ketika sudah berdaun 4, boleh lah kita pindahkan ke pot dan diberi nutrisi bertahap sesuai kebutuhan tanaman. Jika semai tgl 1, maka di tanggal 14 kita pindah tanam, Hitungannya jika kita di tanggal 20, berarti 20 HSS atau 6 HST (Hari setelah tanam)
Seperti ini penampakanya,, Tapi maaf sekali lagi,, ini pakchoy hijau
 Oh ya, untuk yang kali ini saya tidak memakai sumbu, karena menurut saya lebih enak yang begini, akar langsung nyampe ke nutrisi.. #alasan, padahal saya malas banget bersihin flanel yang udah berakar,, susyeehhhhh...


Ini hasil selada saya punya










penampakan akar gantung yang memakai  sekam bakar

untuk hama, selada termasuk jenis sayuran yang gak terlalu banyak hamanya, saya merasakan spidermite juga disini.. haiaahhh...

Oh ya temans, di penanaman selada yang kedua, saya mengalami selada berbatang.. haduduh.. masak iya selada berbatang..hemmm.. selada memiliki jarak ruas yang jauh dari daun yang 1 ke daun lainnya. Hal ini dikarenakan:
1. Ketika semai, selada mengalami etiolasi (kurang sinar matahari dan menyebabkan kutilang).
Nah.. semaian selada saya pada saat itu baik2 saja, tidak etiolasi.. jadi karena apa ya....
2. Aha.. karena cuaca ekstrim bgt, full panas nya.. selada yg belum cukup umurnya merasa terancam sehingga selada akan cepat berbunga untuk menghasilkan generasi berikutnya. Dan selada ini jadi pahit -_-

Semoga bisa menginspirasi dan membantu,,
Menanam tidak perlu mahal kan.. cukup memanfaatkan apa yang ada disekitar kita..
Yukayuk menanam..
Wassalam



Cerita tentang hidroponik

Assalamu 'alaikum wr,wb
Saya jadi malu lihat blog saya sendiri. Zaman-zaman dibukanya,,, hahahha
Kali ini mau cerita tentang hobby baru saya semenjak bulan Februari. Hidroponik.. yuhu..!!! pada tahu kan? awalnya keinginan memiliki kebun sayur yang bisa memanjakan mata. Apa daya, tanah pun saya tak punya.. #menyedihkan...
Yasudahlah... kita balik cerita hidroponik.. teman2 boleh lihat apa itu Hidroponik. Semangat  menggebu2 ini temans, saya langsung cari yang namanya nutrisi hidroponik. Kenalnya dengan nama AB Mix. Mulai lah saya bergabung dengan grup fb Hidroponiku, berhubung saya di Medan, saya juga bergabung di grup untuk wilayah saya, yaitu: Komunitas Hidroponik Medan, BBH Sumut (Belajar bareng hidroponik).
Saya memesan nutrisi lewat Line ke http://paktanihydrofarm.com/ , merupakan pelopor hidroponik. Saya beli yang ukuran sekilo seharga 85 ribu plus ongkir jadi 135 rbu.. Wah,, harus sukses ini,,
Saya ceritain gimana pencampuran nutrisi nya yaaaa,, sapa tahu bermanfaat untuk yang lain..
Sekian postingan ini,
Wassalam

Sabtu, 03 Januari 2015

Kera-kera lucu di sepanjang jalan Serbelawan

Assalamu 'alaikum
Hai semua..
Beberapa bulan yang lalu, saya dan keluarga berencana untuk menziarahi makam nenek kami yang ada di Laras. Pada tau gak dimana Laras? Kalo teman-teman pada mau ke Siantar, sebelum sampai Beringin, nanti ada simpang ke kiri yang dinamakan simpang Dolok Melangir. Masuk terus aja ke dalam sampai nanti ketemu kota kecil yang bernama Serbelawan. Kalo dari Medan dengan kendaraan pribadi sekitar 3 jam gitu. Seperti biasa, jalan di dalam perkebunan yang dikelilingi sawit dimana-dimana hancur total. Apalagi kalo sudah turun hujan, husshhh,,, bisa berenang,, hahahah.. Jalan ini sudah berkali-kali diperbaiki, tapi tetap saja, rusak lagi.. :(

Setelah melewati Serbelawan, teman-teman akan melewati suatu tempat yang banyaaaakkkkk sekali kera2 nya. Kera-kera ini hidup liar, bukan dirawat. Teman2 bisa lihat dari kera bayi sampai engkong2 nya kera lho..
Kera-kera disini lucu-lucu dan baik-baik lho.. mereka tidak menyerbu mobil kita ataupun menyerang kita meskipun kita membawa makanan. Makanan kesukaan nya yah kacang, berhubung kami tak ada kacang di mobil, kami beri kue dsb. Kami kasih permen pun mau.. hahhahha,, kalah manusia..
Tak lama, ada ibu-ibu yang berlari tergopoh2 ke arah mobil kami, menawarkan kacang jualan nya. Tapi harganya masya allah sekali.. Satu bungkus kacang, berisi 5 buah seharga seribu..!! halooo,,,,
Kami tawar menawar, dikasih nya cuma gopek sebungkus, hahahhaa,,sudahlah..
Kera-kera itu mulai menanti kacang2 dilempar ke arah mereka. Saya pun membuka bungkus plastik nya agar kera tersebut gampang memakannya. Tetapi ibu penjual kacang itu berkata, tak perlu dibuka, langsung dikasih saja.
Nah ternyata benar, mereka pintar!! bisa membuka sendiri,, hihihi..

Lucu nya wajah kera kecil... hihihi



Gimana? oke gak? :D
Di perjalanan, ada juga kita lihat kereta api yang jalannya dari atas, disebut mantik, yang dulunya digunkan untuk mengangkat sawit2 PTPN yang ada di kebun ke pabrik, ini sih sebelum ada nya truk.. sekitar tahun 1960-an, wew.. sudah lamaaaa sekali. Mantik ini sekarang sudah tidak pernah digunakan lagi, dan dibiarkan begitu saja.. :( , nanti deh saya cerita mantik nya di lain waktu yah..
Wassalam..

Stabat, Kota Melayu..

Assalamu 'alaikum..
Hai semua
Semalam, saya dan suami berkesempatan untuk menghadiri undangan di daerah Stabat. Untuk mencapai Stabat, kami melakukan perjalanan dengan sepeda motor, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit dari Kampung Lalang.
Gapura perbatasan selamat datang di kab. Langkat (dari Medan)

Iseng2, ketika pulang, saya melihat sebuah tugu, pas didepan kantor bupati. Tugu Amir Hamzah. Siapa Amir Hamzah? 
 Tengkoe Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera, atau lebih dikenal hanya dengan nama pena Amir Hamzah (lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur, Hindia Belanda, 28 Februari 1911 – meninggal di Kwala Begumit, Binjai, Langkat, Indonesia, 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun) [a] adalah sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia. Lahir dari keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat di Sumatera Utara, ia dididik di Sumatera dan Jawa.
 http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Hamzah

Tugu Amir Hamzah tampak depan
Tugu Amir Hamzah di bagian belakang nya tertera data diri dari Amir Hamzah serta karya nya yang berjudul "Berdiri aku"

 Disekitar tugu ini terhampar lapangan besar, dimana di masing2 jalan selalu ada pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman, juga ada yang menjual jasa permainan, seperti odong2 dsb. Tempat ini selalu dijadikan tempat rekreasi untuk masyarakat pada saat sore hari. Sekedar duduk-duduk, maupun menonton permainan anak2 pakai mobil2an. Suasana disekitar tugu ini cukup tenang, jalanan sepi (ntah mungkin karena hari sabtu ya), tapi yang pastinya, saya merasa cukup tenang disini, duduk-duduk bersepoi-sepoi di bawah pohon besar.
Tak lama setelah itu, aku pun bergegas untuk sholat zuhur di salah satu mesjid kebanggaan Stabat, yaitu Mesjid Raya Stabat yang terletak di JL. KH. Zainul Arifin, No. 130, Stabat, 20811. Mesjid ini merupakan simbol sejarah Langkat yang telah berusia 110 tahun. Mesjid ini dibangun pada masa Kejuruan Stabat THM Khalid pada tahun 1904. Warna dominan mesjid ini kuning dan hijau, menggambarkan warna khas melayu. 
Mesjid Raya Stabat tampak depan

Interior dalam mesjid yang dominan warna kuning hijau dan sangat banyak pilar nya
 
Masjid tampak samping 
Foto-foto sejarah masjid dari zaman dahulu sampai sekarang, terletak di dekat perpustakaan mesjid, pas di sebelah kanan

 

Sungai Wampu yang terletak pas disebelah Masjid

 Ah,, perjalanan saya cuma sampai disini. Padahal masih banyak lagi tempat2 yang ada di Langkat ini yang patut kita kunjungi, sebut saja Mesjid Azizi, Mesjid ini terletak di Tj. Pura, kemudian ada banyak tempat wisata dan sejarah yang tak ternilai harganya. Lain kali, jika ada waktu dan kesempatan, saya berencana mengunjungi nya, Insha Allah.
Wassalam










Jumat, 02 Januari 2015

Mesjid Raya Baiturrahman

Assalamu 'alaikum..
Hai semua.. masih dari tanah rencong,, Kali ini aku berencana bawa teman aku si Lena ke mesjid Baiturrahman. Dia merengek2 karena belum pernah kesana, dan ini merupakan kali pertama dia ke Aceh, meskipun dalam waktu yang kilat, padat, singkat! Cuma 1 hari.. wedewww.. Kami berangkat dari kampung Peudada sekitar jam 6. Kira-kira jam 10.55, kami sudah sampai Banda Aceh. cukup lama bukan? padahal naik mobil pribadi,, kami gak bisa melewati jalan biasa ketika mau melewati kota Sigli, terpaksa deh mutaaaarrrrrrr balik,,,
Oh ya, rumah si Atun dekat Gegana, kalo mau ke mesjid raya Baiturrahman, kami tinggal jalan lurus aja. Jujur saja, perjuangan sekali ke mesjid ini, pake ujan plus petir, jedaaarrr!!!! Kami pun sengaja berlama-lama di mesjid raya, sekalian mengeringkan baju yang kena ujan tadi,, heheheh,, 

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M. Bangunan indah dan megah yang mirip dengan Taj Mahal di India ini terletak tepat di jantung Kota Banda Aceh dan menjadi titik pusat dari segala kegiatan di Aceh Darussalam.
Sewaktu Kerajaan Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada agresi tentara Belanda kedua pada Bulan Shafar 1290 Hijriah/10 April 1873 Masehi, Masjid Raya Baiturrahman dibakar. Kemudian, pada tahun 1877 Belanda membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman untuk menarik perhatian serta meredam kemarahan Bangsa Aceh. Pada saat itu Kesultanan Aceh masih berada di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat yang merupakan Sultan Aceh yang terakhir. http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Baiturrahman

 
 Disebelah mensjid ini, ada Pasar Aceh, termasuk pusat pasar di Banda Aceh, teman2 silahkan mampir kesini untuk membeli oleh2..

Mesjid Baiturrahman tampak depan
Untuk masuk kesini, seperti biasa, bayar parkir, hihihi,,, Rp. 2.000,-


Menara mesjid Baiturrahman


Suasana dalam mesjid

Agak2 begaya dulu... :p
 Berhubung ini juga termasuk salah satu tempat wisata di Aceh, banyak fotografer2 yang menjajakan jasa nya. Kami pun mulai tertarik untuk photo sejenak menggunakan jasa bapak tua tsb. Untuk 1x jepret plus hasil ukuran jumbo seharga Rp. 15.000,-
Besok2 kita cerita ke tempat lain lagi ya,,
Wassalam

Jalan-jalan ke Benteng Indra Patra

Assalamu 'alaikum...
Hai semua..
Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam. Teman saya, si Atun, mengajak kami ke wilayah Aceh Besar untuk melihat benteng. Promosi nya dia, benteng nya bagus banget,,, plus latar laut di belakang nya. Otomatis kami-kami langsung antusias pengen kesana. Kami mulai bergerak dari rumah nya ke benteng naik motor,, hahhaha.. gosong!

 

Di sekitar Pantai Ujoeng kareung, tepatnya di desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar terdapat sebuah situs sejarah tua Aceh yang hingga kini masih berdiri kokoh. Sebuah kompleks Benteng yang tidak lapuk dimakan usia, bahkan tetap tegar walau (bahkan) sempat dihantam Tsunami. Benteng ini bernama BENTENG INDRA PATRA; berjarak 19 Km kearah Barat dari ibu kota propinsi Aceh, Banda Aceh, atau sekitar 30 menit dengan berkendara kendaraan bermotor.

  


Benteng  ini dibangun pada masa Pra-Islam, yaitu oleh Raja Kerajaan Lamuri yang merupakan Kerajaan Hindu Pertama di Aceh, tepatnya pada abad ke VII Masehi. Kala itu, benteng Indra Patra ini dibangun dengan maksud utama untuk membendung sekaligus membentengi masyarakat kerajaan Lamuri dari gempuran meriam-meriam yang berasal dari Kapal-kapal Perang Portugis. Disamping itu, benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah Umat Hindu Aceh saat itu.

 

Karena alasan demi pertahanan & keamanan kerajaan, maka benteng ini dibangun di tempat yang sangat strategis, yakni di bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

 

Benteng Indra Patra ini bahkan berlangsung hingga masa Islam di Aceh tiba. Dimasa Sultan Iskandar Muda, dengan laksamananya yang sangat terkenal dan disegani, yaitu Laksamana Malahayati (laksamana wanita pertama di dunia), benteng ini juga dipergunakan sebagai benteng pertahanan bagi Kerajaan Aceh Darussalam dari serangan musuh yang datang dari arah laut.

 

Saat ini, tinggal dua dari tiga benteng yang masih berdiri kokoh. Benteng Utama berukuran 70m X 70m; dengan ketinggian 4 meter, serta ketebalan dinding mencapai sekitar 2 meter.  Arsitekturnya yang Unik, Besar, terbuat dari “beton kapur” (: susunan batu gunung, dengan perekatnya (perkiraan) dari campuran Kapur, Tanah Liat, dan alusan Kulit Kerang, serta juga telur).

 

Didalam benteng Utama terdapat dua buah “stupa” atau bangunan yang menyerupai kubah yang mana didalamnya / dibawah kubah tersebut terdapat sumur / sumber air bersih, yang (pada saat itu) dimanfaatkan oleh umat Hindu untuk penyucian diri dalam rangkaian peribadahannya. Selain itu, di dalam benteng terdapat juga bunker untuk menyimpan meriam serta bunker untuk menyimpan peluru dan senjata.

 

Benteng merupakan situs sejarah yang mempunyai cerita tersendiri. Di belakangnya ada kisah perlawanan, pemberontakan, intrik dan heroism orang-orang di zamannya. Demikian juga dengan Benteng Indra Patra yang terletak di Kecamatan Masjid Raya, jalan Krueng Raya, sekitar 19 km dari Banda Aceh, menuju Pelabuhan Kr Raya. http://ranupatjeh1.blogspot.com/2013/05/mengenang-sejarah-benteng-indra-patra.html

 


Untuk masuk kesini, teman-teman tidak perlu mengeluarkan kocek sedikitpun! kalo pun ada, yah setidaknya untuk minum, kan capek dari tadi teriak2 kegirangan sambil diterpa2 angin.. tsahhh!!!! :D


Foto mentel dulu di depan benteng
Oh ya, untuk naik ke benteng ini, disediakan tangga. Selebihnya, mulai lah lompat melompat.. ini sangat bermanfaat mengasah bakat melompat!.. hahahha
Namanya juga benteng untuk pertahanan. Udah pasti susyeeeehh naik nya. Kalo gampang sih, bukan untuk pertahanan, ya tho?!

eaaakkkk!!!! agak agak diterpa angin lah..
Ketika sampai di atas benteng, kamu bakal dapat pemandangan yang sangaaattttt menakjubkan.. Kamu bisa lihat laut yang dihiasi pepohonan sembari diterpa angin. Sumpah, angin  nya kenceenggg banget..

Ini gambar dari sisi kanan nya #abaikan saja foto saya disini.. hahahh

Kalo nanti teman2 pada ke Aceh, sempatin singgah ke benteng sejarah ini yah..

Wassalam